KELOLA SENDANG

Kemitraan Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan Sembilang – Dangku, Provinsi Sumatra Selatan

Liputan Kegiatan

“Kelola Sendang muncul ketika tahun 2015 ada kebakaran hutan besar di Sumatera Selatan. Ternyata permasalahannya “kenapa terjadi kebakaran karena tidak adanya komunikasi dan integrasi”.

Regina AryantiKoordinator Project Supervisory Unit (PSU) Kelola Sendang

“Masyarakat yang sudah terlanjur tinggal di Kawasan Hutan itu banyak, ada yang duluan mereka dari penetapan kawasan hutan, ada yang duluan disana dari penetapan ijin, dan mereka mau tak mau harus diakomodir”.

Wan KamilKepala UPTD KPHP Wil. I Meranti, Kab. Musi Banyuasin

“Sedangkan untuk masyakarat Karang Agung Ilir adalah masyarakat petani area transmigrasi mereka berada persis di belakang Kawasan Taman Nasional Sembilang. Di area model 3 kita putuskan ada 2(dua) program besar untuk di wilayah Banyuasin 2 dipilih sebagai Eko-Edu Wisata. Dan untuk Peningkatan di Karang Agung Ilir, dipilih untuk peningkatan produksi pertanian, mengingat potensi Kawasan yang ada adalah pertanian, yaitu mulai dari tanaman pangan dan perkebunan kelapa”.

Iwan AdiStaf Bappeda dan Litbang Kabupaten Banyuasin

Stakeholder

Sekretariat PSU-PIU Kelola Sendang :
Kantor BAPPEDA Provinsi Sumsel Lt. 3, Jl. Kapten Rivai, Palembang

© 2019 Supported by Penabulu Foundation