Lokakarya Petikan Pembelajaran Tata Kelola Kemitraan Pengelolaan Lanskap Sembilang Dangku

Pada tanggal 27 Februari 2020 dilaksanakan kegiatan lokakarya “Petikan Pembelajaran Tata Kelola Kemitraan Pengelolaan Lanskap Sembilang Dangku”  bertempat di hotel Aryaduta Palembang, tujuan dilaksanakan lokakarya adalah : 1) Memetik pembelajaran dari aspek tata kelola, 2) Mensintesis pembelajaran untuk mengumpulkan ide penggalangan pendanaan lebih lanjut. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari beberapa lembaga terkait seperti ZSL Kelola Sendang, Dinas Kehutanan  Provinsi Sumsel, DLHP Provinsi Sumsel, Bappeda  Provinsi Sumsel, Bappeda Banyuasin, KPH Meranti, BTN Berbak dan Sembilang, Daemeter, SNV, Yayasan IDH, BPPD Kab. Muba, Balai KSDA, LPPM IPB, TAF, Forum Sembilang, APHI, Puter Indonesia, Yayasan Belantara, PUBMTR, serta HAKI.

Pertemuan ini berisi beberapa rangkaian acara yakni pengantar moderator, sambutan project director kelola sendang, sambutan dan pembukaan koordinator PSU, sesi paparan, dan diakhiri dengan Tanya jawab. Sambutan Project Director Kelola Sendang disampaikan oleh Ibu Prof. Dr. Damayanti Buchori, M.Sc. Beliau menyampaikan bahwa Kelola Sendang yang sedang berada pada masa closing berharap lesson learn  yang telah didapatkan bisa menjadi peluang pembelajaran tata kelola di masa mendatang. Semua pihak secara bersama-sama akan mengevalusi implementasi yang sudah dilakukan dan mendiskusikan peluang di masa mendatang karena inisiatif ini belum selesai dan masih harus dilanjutkan.

Sambutan kedua disampaikan oleh Koordinator PSU yang diwakili oleh Bapak Sutomo. PSU sangat mengapresiasi Kelola Sendang untuk pembelajaran koordinasi dan tata kelola di satu lanskap. Selain itu keberlanjutan kegiatan ini juga sangat diharapkan. Hasil dari are model ini akkan diambil sebagai pembelajaran dan dikembangkan lebih lanjut.

Kemudian kegiatan ini dilanjutkan dengan sesi papaan yang disampaikan oleh Bapak David Adriansyah. Bapak David menyampaikan bahwa Kelola Sendang bukan hanya di tuntut untuk memberikan jawaban konkret atas masalah yang terjadi namun juga perlu meletakkan dasar-dasar tata kelola di wilayah tersebut. Kelola Sendang telah dijadikan sebagai percontohan pembangunan hijau di Sumatera Selatan dengan dua konsep utama yakni Kemitraan serta Keseimbangan produksi dan konservasi. Di area model 1 Kelola Sendang mendorong penyelesaian konflik kawasan melalui kemitraan konservasi. Di area model 2 Kelola Sendang lebih berfokus pada tata kelola air terpadu untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan. Fokus utama masyarakat yang berada di area model 3 yaitu ketersediaan air bersih yang memadai sehingga kelola sendang memfokuskan pada upaya peningkatan kehidupan masyarakat (panen hujan dan diversifikasi livelihood).

Pertemuan ini kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi. Diskusi kelompok lokakarya dilaksanakan dengan beberapa tema yakni Rantai Nilai Komoditas, Resolusi Konflik, Konservasi dan Business Development dan Pemberdayaan Masyarakat.