Bantuan Bank Sampah Sumsel Babel untuk Bank Sampah Sungsang Bersih

Pada periode program sebelumnya yaitu awal pembentukan Bank Sampah Sungsang Bersih dengan pendampingan dari Yayasan Penabulu mengajukan proposal permohonan bantuan opersional kepada Bank SUMSEL BABEL, permohonan bantuan  baru terealisasi pada tahun 2020 dengan bantuan berupa plang nama Bank Sampah Sungsang Bersih dan bantuan operasional pelaksanaan kegiatan  bank sampah, yang langsung ditransfer kerekening operasional Bank Sampah Sungsang Bersih. Bantuan ini menunjukan bahwa banyak pihak mendukung program Sungsang Bersih dan juga  memberikan motivasi kepada masyarakat Sungsang sendiri, bahwa upacaya-upaya menciptakan lingkungan yang bersih mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

Dukungan Pemerintah Kecamatan Banyuasin II dalam Upaya Gerakan Sungsang Bersih

Upaya menuju sungsang bersih sangat didukung oleh pemerintah setempat baik pemerintah desa maupun pemerintang kecamatan, dukungan pemerintah kecamatan atas Gerakan sungsang bersih ini dengan membetuk tim petugas kebersihan sampan sungasang, tim ini dikoordinir langsung oleh pemeritah kecamatan dan dibawah bimbingan  Bank Sampah Sungsang Bersih.

Petugas kebersihan ini terdiri dari 5 orang yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan sampah, saat ini proses pemilahan sampah belum bisa dilaksanakan kembali karena lokasi tempat pemilahan sampah tidak kondusif karena adanya pembangunan jalan ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI), petugas kebersihan ini melaksanakan pengumpulan sampah pagi dan malam hari.

Lokasi bekas gudang Bank Sampah Sungsang Bersih yang di bongkar sementara karena ada pembangunan jalan TPI. saat ini juga menjadi Tempat pembuangan sampah oleh petugas pembersihan sampah Sungsang yang langsung di koordinir oleh kecamatan dan di bawah bimbingan Bank Sampah Sungsang Bersih. Dan pembentukan petugas kebersihan yang terdiri dari 5 orang, di bawah koordinasi kecamatan Banyuasin II.

Diskusi dengan Pengurus Perhutanan Sosial Hutan Kemasyarakatan (HKm) Muara Medak Lestari di Dusun 4 Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir

Pada tanggal 31 Agustus 2020 bertempat di rumah kepala dusun 4 desa Muara Medak, kecamatan Bayung Lencir diadakan pertemuan kecil dengan pengurus perhutanan sosial HKm Muara Medak Lestari, pertemuan ini mendiskusikan tentang kondisi kelembagaan kelompok setelah ijin perhutanan sosial dikeluarkan, dalam kesempatan kali ini dilakukan pendampingan dalam menyusun rencana awal kegiatan di tingkatan kelompok.

Penyusunan rencana awal ini bertujuan untuk mengaktifkan kembali kelembagaan dan memaksimalkan kelola di ijin perhutanan sosial.

Diskusi tentang Perhutanan Sosial dengan Gabungan Kelompok Tani Berkah Hijau Lestari di Dusun 7 Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir

Tanggal 28 Agustus 2020 dilaksanakan diskusi  dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Berkah Hijau Lestari di dusun 7, desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, diskusi kali ini membahas lebih mendalam tentan ijin Perhutanan Sosial  yang telah diterima oleh Gapoktan Berkah Hijau Lestari. Perhutanan Sosial adalah system pengelolaan hitan lestari yang dilaksanakan dalam Kawasan hutan negara atau hutan hak/hutan adat yang dilaksanakan masyarakat setempat untuk meningkatkan kesejahteraan, keseimbangan lingkungan dan dinamika sosial budaya.

Pada Periode 2015-2019 pemerintah mengalokasikan 12,7 Ha untuk Perhutanan Sosial, melalui skema:

  1. Hutan Desa (HD) dengan tenurial HPHD atau Hak Pengelolaan Hutan Desa
  2. Hutan Kemasyarakatan (HKm), izin yang diberikan adalah IUP HKm atau izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan.
  3. Hutan Tanaman Rakyat (HTR) izin yang diberikanadalah IUPHHK-HTR atau izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayup-Hutan Tanaman Rakyat
  4. Hutan Adat (HA), tenurialnya adalah Penetapan Pencantuman Hutan Adat
  5. Kemitraan Kehutanan (KK)dalam bentuk KULIN KK atau Pengakuan Perlindungan Kemitraan Kehutanan dan IPHPS atau     Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial di Pulau Jawa. Sumber : http://pkps.menlhk.go.id/

Dalam diskusi kali ini focus pembahasaanya pada bagaimana proses pengajuan perijinan Perhutanan Sosial yang dilakukan oleh Gapoktan Berkah Hijau Lestari, dan rencana tindak lanjut setelah ijin diperoleh, serta bagaimana mencari alternative jalan keluar terhadap permasalahan-permasalahan yang ada dalam pengelolaan kemitraan Gabungan Kelompok Tani Berkah Hijau Lestari.

Diskusi Pengenalan Wawasan Lingkungan di SMP Darul Ulum Senawar, Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir

Mengenalkan wawasan tentang lingkungan kepada anak-anak sejak dini diharapkan menjadi ruang untuk membentuk kesadaran bahwa menjaga lingkungan sekitar sangat penting untuk keberlanjutan Bumi dan lingkungan sekitarnya terutama bagi anak-anak yang desanya berada di sekitar Kawasan hutan.

Pada tanggal 28 Agustus 2020 pendamping program Yayasan Penabulu area Muara Medak melaksanakan kegiatan diskusi dengan siswa-siswi SMP Darul Ulum Senawar di dusun 8 desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, kegiatan diskusi ini adalah bagian dari program melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam upaya menjaga lingkungan, tema diskusi kali ini adalah tentang persoalan lingkungan dan kebakaran hutan. Desa Muara Medak termasuk wilayah di Provinsi Sumatera Selatan yang sering mengalami kebakaran hutan, dengan adanya diskusi dan tukar pengetahuan ini diharapkan anak-anak muda terlibat aktif  untuk turut serta menjaga linkungan dan mengurangi resiko terjadinya kebakaran hutan.

Patroli Pemantauan Titik Api di Dusun 4 dan 9 Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir

Pada tanggal 25 Agustus 2020, Yayasan Penabulu bersama-sama dengan anggota Kelompok Masyarakat Desa Muara Medak (KMPA Terentang Jaya) melakukan sosialisasi dan patrol untuk memantau titik api di dusun 9 dan 4 desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, kegiatan patroli ini sebagai salah satu upacaya mencegah meluasnya kejadian kebakaran hutan dan lahan khususnya di desa Muara Medak. Peran masyarakat dalam upacaya pencegahan kebakaran lahan dan hutan sangat penting sekali, agar supaya kegiatan upaya  pencegahan kebakaran hutan  dan lahan bisa efektif dan efisien maka perlu dibangun system koordinasi yang jelas ditataran Kelompok Masyarakat Peduli Api (KMPA) yang ada di wilayah desa Muara Medak.

Pertemuan Relawan Sungsang Bersih dan Bank Sampah Sungsang Bersih

Pada tanggal 15 Agustus 2020 bertempat di Sungsang, diadakan pertemuan dengan pengurus Bank Sampah dan relawan Sungsang Bersih, kegiatan ini dilaksanakan untuk berbagi informasi  pelaksanaan dan kendala Bank Sampah dalam situasi pandemik. Tim relawan Sungsang Bersih ini terdiri dari 5 orang yang seluruhnya adalah anak muda di Kecamatan Banyuasin II, relawan Sungsang Bersih ini sebagai kelanjutan program Jumat Bersih yang selama ini sudah berjalan di Kecamatan Banyuasin II, relawan Sungsang Bersih ini dibentuk dan dikoordinir oleh pemerintah Kecamatan Banyuasin II, tim relawan ini menjadi ujung tombak pelaksanaan program “Jumat Bersih” di Kecamatan Banyuasin II.

Pertemuan Anggota Rumah Budaya Sungsang Kecamatan Banyuasin II

Dalam program lalu di Kecamatan Banyuasin II, Yayasan Penabulu  bersama dengan para pemuda di di Kecamtan Banyuasin II menginisiasi pengaktifan “Rumah Budaya Sungsang”. Rumah Budaya ini diharapkan menjadi pusat kegiatan bagi pemuda-pemudi Kecamatan Banyuasin II. Program Yayasan Penabulu di Kecamatan Banyuasin II sempat vakum karena adanya kebijakan bekerja dari rumah sebagai bentuk antisipasi pencegahan penularan virus Covid-19. Pada bulan Agustus ini mulai diaktifkan kembali kegiatan di Kecamatan Banyuasin II, untuk itu pada tanggal 15 Agustus 2020 dilaksanakan pertemuan antara pendamping dengan  pemuda-pemudi yang aktif di Rumah Budaya, pada pertemuan kali ini membahas tentang kondisi dan situasi yang dihadapi saat adanyanya pandemik, banyak kegiatan yang direncanakan belum bisa terlaksana karena adanya pembatasan akbibat Covid 19, dan mulai proses diskusi untuk rencana kegiatan kedepannya. Banyak anggota dari Rumah Budaya Sungsang sudah menamatkan pendidikannya pada jenjang SMU tetapi tidak melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Dari pertemuan ini di sampaikan ada beberapa anggota Rumah Budaya Sungsang yang sudah dipercaya untuk menjadi pengurus  kelompok Swadaya Masyarakat di Desa Sungsang 3, Pengurus Kelompok Sadar Wisata Kecamatan Banyuasin II dan menjadi pemandu wisata.

Rapat Koordinasi Yayasan Penabulu dengan Kelompok Masyarakat Peduli API Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir

Pada tanggal 14 Agustus 2020 dilaksanakan diskusi antara Yayasan Penabulu dengan Perwakilan Kelompok Masyarakat Peduli Api (KMPA) se desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, KMPA ini dibawah koordinasi pemerintah desa Muara Meda dak Pokmas Satya Mandiri. Desa Muara Medak merupakan salah satu desa rawan kebakaran di  Kecamatan Bayung Lencir selain  Mangsang dan Kepayang. Tahun 2019 Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan (Karhutbunah) terjadi diantaranya didusun 5,8 dan 7 Desa Muara Medak. Kelompok Masyarakat Peduli API (KMPA) dibentuk sebagai salah satu upaya mandiri desa dalam membantu kegiatan pencegahan Kebakaran Hutan,Kebun dan Lahan yang sampai dengan tahun 2019 masih terjadi. Dalam kegiatan ini dirumuskan bagaiman strategi pencegahan dini yang bisa dilakukan masyarakat secara mandiri dengan pemerintah desa. Kegiatan pencegahan Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan ini nantinya akan dibawah koordinasi kelembagaan yang dibentuk di tingkat pemerintahan desa yang disebut dengan Program Kerja Masyarakat (Pokmas) Setya Mandiri.

Diskusi Terbatas Yayasan Penabulu dengan Pemerintah Desa Muara Medak

Untuk mengawali pelaksanaan program di Desa Muara Medak, dilaksanakan kegiatan diskusi terbatas antara perwakilan Yayasan Penabulu dengan Pemerintah Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin. Diskusi ini dilaksanakan pada tanggal 12 Agustus 2020.

Dalam diskusi ini dibahas tentang rencana-rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Yayasan Penabulu di desa Muara Medak mulai bulan Agustus 2020. Program yang akan dilaksanakan menitik beratkan pada upaya-upaya pelaksanaan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di desa Muara Medak. Desa Muara Medak menjadi salah satu desa dengan tingkat kerawanan Kebakaran hutan dan Lahan yang sangat tinggi. Dalam pertemuan  lebih dalam membahas bagaimana strategi atau upaya-upaya apa saja yang bisa dilakukan dalam pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan khususnya di desa Muara Medak,

Hasil dari pertemuan ini adalah adanya penyepakatan dukungan kegiatan oleh Yayasan Penabulu dalam rangka bersama-sama dengan para stakeholder lainnya mengupayakan semaksimal mungkin pencegahan Kebakaran Hutan.